Bu Tika

“I am a farmer as well as a processor and coffee entrepreneur.”
“Saya adalah petani perempuan sekaligus procesor dan pengusaha kopi.”
“My main hope is to have an adequate production house and have complete and integrated supporting infrastructure facilities, from wet mill, dry mill, etc., so that we can process coffee properly and in accordance with the standards. […] Another goal is to complete from the scientific side to get Q Grader certification.”
“Harapan saya yang paling utama ialah memiliki production house yang memadai dan memiliki sarana prasarana penunjang yang lengkap dan terintegrasi dari wet mill, dry mill, dll., agar kami bisa memproses kopi dengan layak dan sesuai dengan standarnya. […] Cita-cita satu lagi, pengen melengkapi dari sisi keilmuan untuk mendapatkan sertifikasi Q Grader.”
Achievements
My achievement that I am very proud of is being able to take the QP 2 Processing Professional certification from CQI and was declared graduated along with the winners of the Green Bean competition in my area, and I once sent my coffee to Japan as much as 9 tons.
Pencapaian
Pencapaian saya yang sangat saya banggakan ialah bisa mengikuti sertifikasi QP 2 Processing Professional dari CQI dan dinyatakan lulus beserta deretan juara kompetisi green bean di daerah saya, dan saya pernah kirim kopi saya ke Jepang sebanyak 9 ton.
Challenges
Farming activities are difficult in terms of […] inadequate infrastructure. […] For the means and infrastructure, I partnered with other groups.
Tantangan
Kegiatan bertani sulit mungkin dari sisi infrastruktur dan sarana prasarana yang belum memadai. […] Untuk sarana dan prasarana, saya bermitra dengan kelompok lain.
Her message
Our coffee from the Sipirok area, South Tapanuli Regency, North Sumatra Province, Indonesia, has considerable potential to be developed from the upstream to the downstream side, but we have not been able to stand on our own feet because we are hindered by the limited human resources and insufficient capital to absorb the original harvest of our farmers. […] We hope that Sipirok has a good warehouse or wet mill and dry mill to support production so that we can export our coffee to other countries.
Pesannya
Kopi kami dari daerah Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dari sisi hulu sampai dengan hilir, tetapi kami belum bisa berdiri di kaki kami sendiri karena terhalang oleh sumber daya manusia yang mumpuni beserta modal yang belum cukup untuk menyerap hasil panen para petani kami. […] Harapan kami, Sipirok memiliki pabrik, gudang atau wet mill dan dry mill yang bagus demi menunjang produksi agar kami bisa ekspor kopi kami ke negara lain.
What she wants coffee drinkers to know
That the coffee they drink is coffee processed by local women, and women from upstream to downstream, they move for sustainable coffee, because the coffee we process has high dedication.
Untuk peminum kopi
Bahwasanya kopi yang mereka minum ialah kopi yang diproses oleh perempuan-perempuan lokal Sipirok dari hulu sampai ke hilir, mereka bergerak demi kopi berkelanjutan karena kopi yang kami proses memiliki dedikasi yang tinggi.
Nothing is impossible.
“Tidak ada yang tidak mungkin.”





Shared in collaboration with Koperasi Maju Bersama.
